Hari itu mengubah segalanya bagi Ibu Eli. Kecelakaan tragis merenggut anak tercinta dan membuatnya kehilangan kedua kakinya. Ibu Elia Agustin 30 tahun. Saat itu, dalam perjalanan pulang ke kampung untuk menghadiri 100 hari wafat orang tuanya, ia mengalami kecelakaan tragis bersama anaknya. Truk besar melintas tiba-tiba, dan dalam sekejap, hidup Ibu Eli berubah selamanya.
Kecelakaan itu juga merenggut nyawa anaknya yang baru berusia empat tahun, dan membuat kedua kakinya harus diamputasi. Sejak saat itu, langkah Ibu Eli tidak lagi sama, namun semangatnya untuk bertahan hidup justru semakin kuat. Ibu Eli menjalani hari-harinya di rumah sederhana di Cikarang bersama suaminya yang setia mendampingi. Meski belum sepenuhnya mandiri, Ibu Eli terus berlatih agar bisa kembali melakukan aktivitas tanpa harus selalu dibantu.

Ibu Eli bermimpi bisa memakai kaki palsu, agar bisa berdiri dan beraktivitas seperti dulu memasak, beres-beres rumah, bahkan mungkin kembali berjualan kecil-kecilan untuk membantu ekonomi keluarga. Untuk sementara, kebutuhan hidup sehari-hari mereka dipenuhi dari usaha kecil di rumah. Namun, biaya kontrol medis, perawatan luka, serta kebutuhan hidup yang masih menjadi beban besar bagi keluarga ini.
“Saya hanya ingin bisa mandiri lagi, nggak mau terus bergantung sama suami. Biar kalau dia kerja di luar, saya bisa urus diri sendiri,” ucap Ibu Eli dengan mata berkaca-kaca.
Teman-teman Mari bantu Ibu Eli untuk kembali melangkah, Dukungan kecil dari Anda dapat membantu Ibu Eli mendapatkan kaki palsu, menjalani pengobatan lanjutan, dan mewujudkan harapan untuk hidup mandiri lagi.
Klik Donasi Sekarang